adf.ly

Minggu, 10 Oktober 2010

INDERA PENDENGAR (TELINGA)

Telinga merupakan indera untuk mendengar suara. Telinga manusia mampu mendengar suara dengan frekuensi antara 20 – 20000 getaran/detik (hertz).


TELINGA BAGIAN LUAR
1. Daun Telinga
• Terdiri atas tulang rawan yang dapat ditekuk.
• Fungsi :
a) Menangkap gelombang bunyi/suara dari luar.
b) Membantu memusatkan suara.

2. Lubang Telinga
• Fungsi : meneruskan suara ke selaput gendang telinga.

3. Gendang Telinga
• Fungsi : menangkap suara dari lubang telinga
• Gendang telinga akan bergetar sesuai dengan jumlah getaran yang diterima daun telinga.

Selengkapnya silakan download DISINI atau DISINI

LATIHAN MATEMATIKA (Kelas 4)

1. Dua puluh ribu delapan ratus sembilan puluh empat ditulis ……………………..

2. Angka 5 pada bilangan 49.105 memiliki nilai tempat …………………………

3. Angka ………… pada bilangan 19.081 memiliki nilai 9.000.

4. Selisih angka 8 dan 2 pada bilangan 1.821 adalah ……………………………………………..

5. Sifat komutatif dari : 1.980 + 2.654 = ……………………………………………

Selengkapnya unduh Latihan 1: DISINI atau DISINI
dan Latihan 2:  DISINI  atau DISINI

Rabu, 06 Oktober 2010

IPA: Indera Penglihatan

BAGIAN LUAR MATA
1. Alis Mata
• Terdapat di atas mata.
• Fungsi : mencegah masuknya keringat ke dalam mata.

2. Kelopak Mata
• Fungsi : menutup bola mata.
• Kelopak mata akan menutup jika :
a) Cahaya terlalu terang
b) Ada benda/kotoran masuk ke mata
• Gerakan kelopak mata termasuk gerak reflek
• Fungsi kelopak mata berkedip :
a) Membasahi mata
b) Menggiring kotoran keluar dari mata
c) Mengistirahatkan retina dari cahaya yang masuk terus menerus

3. Kelenjar Air Mata
• Terdapat pada bagian atas kelopak mata.
• Selalu menghasilkan air mata.
• Fungsi air mata :
a) Membasahi kornea
b) Melindungi mata dari kuman
c) Menjaga mata dan bagian dalam kelopak mata agar tetap sehat dan lembut

4. Bulu Mata
• Seperti tirai dari mata.
• Fungsi bulu mata :
a) Mengurangi cahaya yang masuk ke mata
b) Mencegah debu dan kotoran agar tidak masuk ke mata

Selengkapnya silakan unduh DISINI atau DISINI

KOPERASI

(LEMBAGA EKONOMI YANG BERASASKAN KEKELUARGAAN)

SEJARAH KOPERASI

Koperasi Internasional
• Pertama kali diusulkan oleh Robert Owen (1771 – 1858).
• Awalnya berbentuk koperasi pada usaha pemintalan kapas di Skotlandia.
• Kemudian berkembang ke Inggris, Jerman dan Denmark.

Koperasi Indonesia
1. Zaman Belanda

  • Pertama kali diperkenalkan oleh R Aria Wiriatmadja di Purwokerto tahun 1896.
  • Awalnya berbentuk koperasi simpan pinjam untuk membantu rakyat yang terjerat hutang dengan bunga tinggi kepada rentenir.
  • Kemudian ditiru oleh organisasi pergerakan nasional yaitu Budi Utomo dan Sarekat Dagang Islam.
  • Karena Belanda kuatir koperasi menjadi bentuk perlawanan dari rakyat Indonesia maka dikeluarkan undang-undang yang mempersulit pendirian koperasi.
  • Para tokoh perjuangan mengajukan protes kepada pemerintah Belanda.
  • Akhirnya Belanda membuat undang-undang pendirian koperasi baru tahun 1927.


Lebih lengkap langsung download DISINI atau DISINI

Sabtu, 21 Agustus 2010

36 Butir Pengamalan Pancasila

1. Ketuhanan Yang Maha Esa
  1. Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketaqwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Manusia Indonesia percaya dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
  3. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  4. Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  5. Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.
  6. Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.
  7. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain

2.  Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
  1. Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Mengakui persamaan derajad, persamaan hak dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturrunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya.
  3. Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.
  4. Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira.
  5. Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain.
  6. Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
  7. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
  8. Berani membela kebenaran dan keadilan.
  9. Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia.
  10. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.

3.  Persatuan Indonesia
  1. Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
  2. Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan.
  3. Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa.
  4. Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia.
  5. Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
  6. Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika.
  7. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.
4.  Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
  1. Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak dan kewajiban yang sama.
  2. Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.
  3. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
  4. Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan.
  5. Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah.
  6. Dengan i’tikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah.
  7. Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
  8. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.
  9. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama.
  10. Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan pemusyawaratan.

5.  Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
  1. Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.
  2. Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.
  3. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
  4. Menghormati hak orang lain.
  5. Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri.
  6. Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain.
  7. Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah.
  8. Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum.
  9. Suka bekerja keras.
  10. Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama.
  11. Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.