adf.ly

Kamis, 24 Februari 2011

Promosi Kesehatan dalam Kesehatan Masyarakat

Kesehatan dalam Bahasa Ingris adalah ‘’health’’ yang mempunyai dua arti yaitu sehat dan kesehatan. Sehat menjelasakan suatu kondisi atau keadaan dari subyek, misalnya ibu sehat, orang sehat dan sebagainya. Kesehatan menjelaskan tentang sifat dari subyek, misalnya kesehatan manusia, kesehatan individu, dan sebagainya. Secara awam sehat diartikan keadaan seseorang yang dalam kondisi tidak sehat, tidak ada keluhan, dapat menjalankan kegiatan sehari-hari, dan sebagainya. 
Menurut Undang-Undang No. 23 Tahun 12, sehat adalah keadaan sempurna baik fisik, mental dan sosial dan tidak hanya dari penyakit dan cacat, serta produktif secara ekonomi dan sosial. Dalam Undang-Undang tersebut menyatan 4 aspek kesehatan yaitu fisik badan), mental jiwa, social, dan ekonomi. Wujud atau indicator dari masing-masing aspek tersebut dalam kesehatan individu antara lain:
Kesehatan fisik terwujud apabila seseorsng tidak merasa sakit atau tidak adanya keluhan dan memang secara klinis tidak adanya penyakit.
      Kesehatan mental jiwa) mencakup 3 komponen, yaitu:
a)     Pikiran yang sehat itu tercermin dari cara berpikir seseorang atau jalan pikiran.
b)     Emosional yang sehat tercermin dari kemampuan seseorang dalam mengekspresikan emosinya, misalnya takut, gembira, sedih dan sebagainya.
c)      Spiritual yang sehat tercermin dari cara seseorang mengekspresikan rasa syukur, pujian atau penyembahan dan sebagainya.
      Kesehatan social terwujud apabila seseorang mampu berhubungan atau berkomunikasi dengan orang lain secara baik, atau mampu berinteraksi dengan orang atau kelompok lain, tanpa membedakan ras, suku, agama, atau kepercayaan,dan sebagainya.

UPAYA KESEHATAN
Upaya kesehatan adalah setiap kegiatan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan yang dilakukan oleh pemerintah dan atau masyarakat. Upaya pemeliharaan dan peningkatan kesehatan diwujudkan dalam suatu wadah pelayanan kesehatan health services). Jadi, pelayanan kesehatan adalah tempat atau sarana yang digunakan untuk menyelenggarakan upaya kesehatan. Dilihat dari sifatnya, upaya penyelenggaraan pelayanan kesehatan dibagi menjadi tiga, yaitu:
1.      Sarana pelayanan kesehatan primer primary care)
Adalah sarana atau pelayanan kesehatan bagi kasus-kasus atau penyakit –penyakit ringan. Sarana pelayanan kesehatan primer ini adalah kesehatan yang paling pertama menyentuh masalah kesehatan di masyarakat. Misalnya: puskesmas, poliklinik, doter praktik swasta dan sebagainya.

2.      Sarana pelayanan kesehatan tingkat dua secondary care)
dari pelayanan kesehatan primer. Misalnya Puskesmas dengan rawat inap, Rumah Sakit tipe d dan c, Rumah Bersalin.

3.       Sarana pelayanan kesehatan tingkat tiga tertiary care)
Adalah sarana pelayanan kesehatan rujukan bagi kasu-kasus yang tidak dapat ditangani oleh oleh sarana-sarana pelayanan kesehatan primer seperti disebutkan di atas. Misalnya Rumah Sakit Provinsi, rumah Sakit tipe A atau B.


PERAN PROMOSI KESEHATAN DALAM KESEHATAN MASYARAKAT
                Kesehatan merupakan hasil interaksi berbagai faktor, baik faktor internal dari dalam diri manusia) maupun faktor eksternal di luar diri manusia). Faktor internal ini pun terdiri dari faktor fisik dan psikis. Demikian pula faktor eksternal, terdiri dari berbagai faktor yang antar lain social, budaya masyarakat, lingkungan fisik, politik,, ekonomi, pendidikan dan sebagainya. Secara garis besar faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan baik individu, kelompok, masyarakat dikelompokkan menjadi 4 Blum,174), berturut-turut besarnya pengaruh tersebut adalah sebagai berikut:
     (Lingkungan environment), yang mencakup lingkungan fisik, soaial, budaya, politik, ekonomi dan sebgainya.
     (Perilaku behavior)
     (Pelayanan kesehatan health services)
     (Keturunan heredity)
Keempat faktor tersebut tidak berdiri sendiri tetapi masing-masing saling mempengaruhi satu sama lain. Suatu promosi kesehatan dapat mempengaruhi dari lingkungan, perilaku, dan pelayanan kesehatan. Sedangkan keturunan urang dalam pengaruh kesehatan karena itu sudah mendasar yang diwariskan oleh keluarganya.
konsep promosi kesehatan
A.      PENDIDIKAN DAN PROMOSI KESEHATAN
Secara definisi istilah promosi kesehatan dalam ilmu kesehatan masyarakat healyth promotion) mempunyai dua pengertian. Arti pertama adalah sebagian dari tingkat pencegahan penyakit. Level and clerk, yang mengatakan adanya 4 tingkat pencegahan penyakit dalam perspektif kesehatan masyarakat, yaitu:
Ø  Health Promotion peningkatan/proosi kesehatan)
Ø  Specific protection perlindungan khusus melali imunisasi)
Ø  Early diagnosis and prompt treatment diagnosis dini dan pengobatan segera)
Ø  Disability limitation membatasi atau mengurangi terjadinya kecacatan)
Ø  Rehabilitation pemulihan)
            Oleh sebab itu, promosi kesehatan dalam konteks ini adalah peningkatan kesehatan. Sedangkan pengertian kedua, promosi kesehatan adalah sebagai upaya memasarkan atau menjual kesehatan sehingga masyarajat menerima atau mengenal dan merubah perilakunya sesuai dengan apa yang dipromosikan. Selama ini pengetahuan tentang kesehatan sudah cukup tinggi, namun perilaku-perilaku yang dilakukan oleh masyarakat kaitannya dengan kesehatan tidak didasarkan pada pengetahuan yang dipunyai. Pada jaman dahulu promosi kesehatan bernama pendidikan kesehatan. Pendidikan kesehatan diartikan sebagai upaya yang terencana untuk perubahan perilaku masyarakat sesuai dengan norma-normakesehatan, maka promosi kesehatan tidak hanya mengupayakan perubahan perilaku saja, namun perubahan lingkungan yang yang memfasilitasi perubahan perilaku tersebut.
            Menurut Lowrence Green 184), promosi kesehatan adalah segala bentuk kombinasi pendidikan dan intervensi yang terkait dengan ekonomi, politik, dan organisasi yang dirancang untuk memudahkan perubahan lingkungan dan perilaku yang kondusif bagi kesehatan. Berdasarkan Piagam Ottawa Ottawa Charter: 1-86), Promosi Kesehatan adalah upaya yang dilakukan terhadap masyarakat sehingga mereka mau dan mampu untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan mereka sendiri. Batasan promosi kesehatan ini mencakup dua dimensi, yaitu kemauan dan kemampuan. Batasan promosi kesehatn yang lain dirumuskan oleh Yayasan Kesehatn Victoria Victorian Health Foundation-Australia, 1—7), yaitu bahwa promosi kesehatan adalah suatu program perubahan perilaku masyarakat yang menyeluruh, dalam konteks masyaraktnya. Bukan hanya perubahan perilaku tetapi perubahan lingkungannya juga.
B.      PROMOSI KESEHATAN DAN PERILAKU
Masalh Kesehatan masyarkat ditentukan oleh dua factor, yaitu factor perilaku dan nonperilaku fisik, social, ekonomi, politik, dan sebgainya). Promosi kesehatan sebagai pendakatan perilaku kesehatan, maka kegiatannya tidak terlepas dari factor yang menentukan perilaku tersebut. Kegiatan promosi kesehatan harus disesuaikan dengan determinan –faktor yang mempengaruhi perilaku itu sendiri). Menurut Lowrence Green perilaku ini ditentukan oleh 3 faktor utama, yaitu:
a)     Faktor Predisposisi –predisposisi factors), meliputi pengetahuan dan sikap seseorang atau masyarakat tersebut terhadap apa yang dilakukan.
b)     Faktor Pemungkin –enabling factors), meliputi fasilitas , sarana, atau prasarana yang mendukung atau yang memfasilitasi terjadinya perilaku seseorang atau masyarakat.
c)      Faktor Penguat –reinforcing factors), meliputi seseorang yang dihormati atau disegani dapat mempengaruhi perilaku kesehatan karena masyarakat akan meniru orang tersebut jika orang tersebut juga melakukan perilaku-perilaku kesehatan yang mencerminkan dengan perilaku kesehatan.
            Berdasarkan 3 faktor determinan perilaku tersebut, maka kegiatan promosi kesehatan sebagai pendekatan perilaku hendaknya diarajkan kepada 3 faktor tersebut:
Ø  Kegiatan promosi kesehatan yang ditujukan kepaada factor predisposisi adalah pemberian informasi atau pesan kesehatan dan penyuluhan kesehatan.
Ø  Kegiatan promosi kesehatan yang ditujukan kepada factor pemungkin –enabling) adalah memberdayakan masyarakat melalui pengorganisasian atau pengembangan masyarakat.
Ø  Kegiatan promosi kesehatan yang ditujukan kepada factor penguat –reinforcing) adalah berupa pelatihan-pelatihan kepada para tokoh masyarakat, baik formal maupun non formal.

C.       VISI DAN MISI PROMOSI KESEHATAN
Visi adalah impian, cita-cita, atau harapan yang ingin dicapai oleh suatu program. Dalam Undang-Undang Kesehatan  RI No. 23 Tahun 1—2, yakni: Meningkatknya kemampuan masyrakat untuk memelihra dan meningkatkan derajad kesehatan, baik fisik, mental, maupun sosialnya sehingga produktif secara ekonomi maupun social. Dari visi tersebut dapat dirumuskan 4 kata kunci, yaitu:
1)     Mau –willingness) memelihara dan meningkatkan kesehatannya.
2)     Mampu –ability)memelihara dan meningkatkan kesehatannya.
3)     Memelihara kesehatan, berarti mau dan mampu mencegah penyakit, melindungi diri dari gangguan-gangguan kesehatan, dan mencari pertolongan pengobatan yang profesioanal bila sakit.
4)     Meningkatkan kesehatan, berarti mau dan mampu meningkatkan kesehatannya. Kesehatan perlu ditinkatakan, karena derajad kesehatan baik individual, kelompok,, atau masyarakat itu bersifat dinamis, tidak statis.
Misi adalah suatuupaya-upaya untuk mewujudkan visi. Secara umum misi promosi kesehatan ini sekurang-kurangnya ada tiga hal, yaitu:
1)   (Advokat –advocate) kegiatan ini dilakukan terhadap para pengambil keputusan dari berbagai tingkat, dan sector terkait dengan kesehatan.
2)    (Menjembatani –mediate) kegiatan ini dilakukan dengan melakukan pereratan kemitraaan di bidang pelayanan kesehatan.
3)  (Memampukan _enable) Þpromosi kesehatanharus mampu memberikan keterampilan-keterampilan kepada masyrakat, agar mereka mandiri di bidang kesehatan.

D.      STATEGI PROMOSI KESEHATAN
Stategi merupakan cara dan pendekatan secara efisien dan efektif untuk mencapai sebuah visi dan misi hingga berhasil guna dan berdaya guna. Berdasarkan rumus WHO, strategi promosi kesehatan secara global ini terdiri dari 3 hal, yaitu:
      (Advokasi –advocacy)
Advokasi adlah kegiatan untuk meyakinkan orang lain, agar orang lain tersebut membantu atu mendukung terhadap apa yang diinginkan. Dalam konteks promosi kesehatan, advokasi adlah pendekatan kepada para pembuat keputusan atau penentu kebijakan di berbagai sector, dan di berbagai tingkat, sehingga para pejabat tersebut mau mendukung program kesehatanyang kita inginkan.
      (Dukungan Sosial –social support)
Strategi dukungan social ini adalah suatu kegiatan untuk mencari dukungan social melalui tokoh-tokoh masyarakat, baik tokoh masyarakat formal maupun informal. Tujuan utama kegiatan ini adalah agar para tokoh masyarakat, sebagai jembatan antara sektor kesehatan sebagai pelaksana program dengan masyarakat penerima program.
      (Pemberdayaan masyarakat –empowerment
Pemberdayaan adalah strategi promosi kesehatan yang dijukan kepada masyarakat langsung. Tujuan utama pemberdayaan adalah mewujudkan kemampuan masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatan mereka sendiri –visi promosi kesehatan). Bentuk kegiatan pemberdayaan ini dapat diwujudkan dengan berbagai kegiatan, anatara lain: penyuluhan dan lain-lain.

  Konferensi Internasioanal Promosi Kesehatan di Ottawa-Canada pada tahun 1-86 menghasilkan Piagam Ottawa –Ottawa Charter).  Piagam tersebut menyatakan strategi baru dalam promosi kesehatan, yang mencakup 5 butir, yaitu:
      Kebijakan Berwawasan Kebijakan – Healthy Public Policy)
Adalah suatu strategi promosi kesehatan yang ditujukan kepada para penentu atau pembuat kebijakan, agar mereka mengeluarkan kebijakan-kebijakan public yang mendukung atau menguntungkan kesehatan. Dengan perkataan lain, agar kebijakan-kebijakan dalam bentuk peraturan, perundangan, surat-surat keputusan, dan sebagainya.
      Lingkungan yang mendukung ( Supportive Enviorenment)
Strategi ini dijukan kepada para pengelola tempat umum, termasuk pemerintah kota, agar mereka menyediakan sarana-prasarana atau fasilitas yang mendukung terciptanya perilaku sehat bagi masyarakat, atau sekurang-kurangnya pengunjung tempat-tempat tersebut. Misalnya yaitu, terssedianaya tempat sampah, tersedianaya air bersih dan sebagainya.
      Reorintasion Pelayanan Kesehatan –Reorient Health Sevices)
Penyelenggara pelayanan kesehatan adlah pemerintah dan swasta dan masyarakat adalah sebagai pemakai atau pengguna pelayanan kesehatan tersebut. Namun di sisi lain, masyarak juga ikut serta dalam pelayanan kesehatan dalam orientasi tertentu.
      Keterampilan Individu- Personnel Skill)
Langkah awal dari peningkatan keterampilan dalam memelihara dan meningkatkan kesehatan mereka ini adalah dengan memnberikan pehaman-pehaman kepada anggota masyarakat tentang cara-cara memelihara kesehatan, mencegah penyakit, mengenal penyakit, mencari pengobatan ke fasilitas kesehatan professional, meningkatkan kesehatan, dan sebagainya. Teknik ini bersifat secara individu daripada massa.
      Gerakan Masyarakat –Community Action)
Promosi kesehatan harus mendorong dan memacu kegitan-kegiatan di masyarakat dalam mewujudkan kesehatan mereka. Tanpa adanya kegiatan masyarakat di bidang kesehatan, niscaya terwujud perilaku yang kondusif untuk kesehatan, atau masyarakat yang mau dan mampu memelihara serta meningkatkan kesehatan mereka.

E.       RUANG LINGKUP PROMOSI KESEHATAN
Ruang lingkup promosi kesehatan mencakup berbagai bidang keilmuwan. Ilmu-ilmu yang dicakup promosi kesehatan dpat dikelompokkan menjadi 2 bidang, yaitu:
1)  Ilmu perilaku, yaitu ilmu-ilmu yang menjadi dasar dalam membentuk perilaku manusia, terutama psikologi, antropologi, dan sosiologi.
2)   Ilmu-ilmu perilaku yang diperlukan untuk intervensi perilaku –pembentukan dan perubahan perilaku), antara lain pendidikan, komunikasi, manajemen, kepemimpinan, dan sebagainya.
Di samping itu, promosi kesehatan juga didasarkan kepada pada dimensi dan tempat pelaksanaannya, oleh sebab itu ruang lingkup promosi kesehatan dapat didasarkan kepada 2 dimensi, yaitu dimensi aspek sasaran pelayanan kesehatan, dan dimensi tempat pelaksanaan promosi kesehatan atau tatanan.
1.   Ruang lingkup promosi kesehatan berdasarkan aspek pelayanan kesehatan, secara garis besarnya terdapat 2 jenis pelayanan kesehatan, yaitu:
      Pelayanan preventif dan promotif, adalah pelayanan bagi kelompok masyarakat yang sehat, agar kelompok ini tetap sehat dan bahkan meningkat status kesehatannya. Pada dasarnya pelayan kesehatan ini dilaksanakan oleh kelompok profesi kesehatan masyarakat.
      Pelayanan kuratif dan rehabilitative, adalah pelayanan kelompok masyarakat yang sakit, agar kelompok ini sembuh dari sakitnya dan menjadi pulih kesehatannya. Pada prinsipnya pelayanan kesehatan jenis ini dilakukan kelompok profesi kedokteran.
Maka, berdasarkan jenis aspek pelayanan kesehatan ini, promosi kesehatan mencakup 4 pelayanan, yaitu:

a)     Promosi kesehatan pada tingkat promotif
Sasaran pada tingkat ini adalah pada kelompok sehat, dengan tujuan agar mereka mampu meningkatkan kesehatannya.
b)     Promosi kesehatan pada tingkat preventif
Sasaran pada tingkat ini adalah kelompok yang beresiko tinggi –high risk), misalnya kelompok ibu hamil dan menyusui, para perokok dan lain-lain.
c)      Promosi kesehatan pada tingkat kuratif
Sasaran pada tingkat ini adalah para penyakit –pasien), terutama untuk penderita penyakit-penyakit kronis seperti: asma, diabetes mellitus –gula), rematik, hipertensi dan lain-lain.
d)     Promosi kesehatan pada tingkat rehabilitative
Sasaran pada tingkat ini adalah pasien atau penderita yang baru sembuh dari sakit – recovery). Tujuan utama promosi kesehatan pada tingkat ini adalah agar mereka ini segera pulih kembali kesehatannya, dan atau mengurangi kecacatan seminimal mungkin.

2.   Ruang lingkup promosi kesehatan berdasarkan tatanan –tempat pelaksanaan):

a.       Promosi kesehatan pada tatanan keluarga -rumah tangga)
Untuk mencapai perilaku sehat masyarkat, maka harus dimulai pada tatanan masing-masing keluarga. Dari teori pendidikan dikatakan, bahwa keluarga adalah tempat persemaian manusia sebagai anggota masyarakat.
b.      Promosi kesehatan pada tatanan sekolah
Sekolah merupakan perpanjangan tangan keluarga.artinya, sekolah merupakan tempat lanjutan untuk meletakkan dasar perilaku bagi anak, termasuk perilaku kesehatan. Peran guru dalam promosi kesehatan di sekolah sangatlah penting, karena guru pada umumnya lebih dipatuhi anak-anak daripada orangtua.
c.       Promosi kesehatan pada tempat kerja
Resiko yang ditanggung oleh masin-masing pekerja ini berbeda satu sama lainnya, tergantung pada lingkungan kerja masing-masing karyawan tersebut.Oleh karena itu, promosi kesehatan dapat dilakukan oleh pimpinan perusahaan atau tempat kerja yang kondusif bagi karywan atau pekerjanya.
d.      Promosi kesehatan di tempat-tempat umum –TTU)
Di tempat umum juga perlu diadakan promosi kesehatan dengan menyediakan fasilitas-fasilitas yang dapat mendukung perilaku sehat bagi pengunjungnya, misalnya  cuci tangan, kantin dan lain-lain. Tersedianya poster, penyediaan laflet atu selebaran yang berisi cara-cara menjaga kesehatan atau kebersihan adalah juga merupakan bentuk promosi kesehatan.
e.       Pendidikan kesehatan di institusi pelayanan kesehatan
Pelaksanaan promosi kesehatan di institusi pelayanan kesehatan ini dapat dilakukan baik secara individu oleh para petugas kesehatan kepada para pasien atau keluarga psien, atau dapat dilakukan terhadap kelompok-kelompok, misalnya kelompok penderita penyakit tertentu. Promosi    kesehatan juga dpat dilakukan secara masal, yakni seluruh pengunjung intitusi pelayanan kesehatan tersebut.

F.       METODE DAN TEKNIK PROMOSI KESEHATAN
              Metode dan teknik promosi kesehatan adalah suatu kombinasi antara cara-cara atau metode dan alat-alat bantu atau media kesehatan. Dengan perkataan lain, metode dan teknik promosi kesehatan, adalah dengan cara dan alat yang digunakan oleh pelaku promosi kesehatan untuk menyampaikan pesa-pesan kesehatan atau mentransformasikan perilaku kesehatan kepada sasaran atau masyarakat. Berdasarkan sasarannya, metode dan teknik promosi kesehatan dibagi menjadi 3, yaitu:
      Metode promosi kesehatan individual
Metode yang bersifat individual ini digunakan untuk membina perilaku baru, atau membina seseorang yang telah mulai tertarik kepada suatu perubahan perilaku atau inovasi. Dasar digunakan pendekatan individual ini karena setiap orang memounyai permasalahan yang berbeda-beda sehubungan dengan penerimaan atau perilaku baru tersebut. Agar petugas kesehatan mengetahui denagn tepat serta membantunya maka perlu menggunakan metode/ cara ini. Bentuk pendekatan ini, anatara lain:
1.   Bimbingan dan penyuluhan –guidance and counceling)
Dengan cara ini kontak anatara klien dengan petugas lebih intensif. Setiap masalah yang dihadapi oleh klien dapat dikorek dan dibantu penyelesaiannya. Akhirnya klien akan dengan sukarela, berdasarkan kesadran, dan penuh pengertian akan menerima perilaku tersebut –menggubah perilaku)
2.   Interview –wawancara)
Metode ini dilakukan dengan wawancara dengan klien untuk menggali informasi mengapa ia belum atau tidak menerima perubahan, untuk mempengaruhi apakah perilaku yang sudah atau yang akan diadopsi itu mempunyai dasar pengertian dan kesadaran yang kuat. Apabila belum maka perlu penyuluhan yang lebih mendalam lagi.

      Metode promosi kesehatan kelompok
Dalam memilih metode promosi kelompok, harus mengingat besarnya kelompok sasaran tingkat pendidikan formal dari sasaran.Sasaran kelompok dibedakan menjadi dua, yaitu kelompok kwecil antar 6-15 orang dan kelompok besar antar 15-50 orang. Oleh sebab itu, metode promosi kesehatan kelompok juga dibedakan menjadi dua, yaitu:
1.   Metode dan teknik promosi kesehatan untuk kelompok kecil. Metode yang cocok dilakukan adalah:
a.       Diskusi kelompok
b.      Curah pendapat- Brain strorming)
c.       Bola salju –snow balling)
d.      Kelompok-kelomppok kecil –Buzz group)
e.       Role Play –memainkn peran)
f.        Permainan Simulasi Simulasi
2.   Metode dan teknik promosi kesehatan untuk kelompok besar. Metode yang baik untuk kelompok besar anatara lain:
Ø  Ceramah
Metode ini baik digunakan pada sasaran tinggi maupun rendah. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan metode ini adalah:
a.  Persiapan:
-     Ceramah yang berhasil apabila penceramah itu sendiri menguasai materi apa yang akan diceramahkan.
-     Mempelajari alat-alat dengan sistematika yang baik.
-     Mempersiapkan alat-alat bantu pengajarn, misalnya menggunakan slide.
b. Pelaksanaan:
Untuk dapat menguasai sasaran, penceramah dapat melakukan hal-hal sebai berikut:
-     Sikap dan penampilan yang meyakinkan, tidak boleh bersikap ragu-ragu dan gelisah.
-     Suara hendaknya cukup keras dan jelas.
-     Pandangan harus tertuju ke seluruh peserta ceramah
-     Berdiri di depan dan di tengah-tengah, seyogyanya tidak duduk.
-     Menggukanakan lat-alat bantu lihat –AVA) semaksimal mungkin.
Ø  Seminar
Metode ini hanya cocok untuk sasaran kelompook besar dengan pendidikan menengah ke atas. Seminar adalah suatu penyajian –presentasi) dari seseorang ahli atau beberapa orang ahli tentang suatu topic yang dianggap penting dan dianggap hangat di masyarakat.
      Metode kesehatan massal
Metode promosi kesehatan massal memang paling dilakukan karena itu dilakukan secara besar-besaran dalam jumlah masyrakata yang besar. Metode dan teknik yang sering digunakan adalah adalah:
·         Ceramah umum –public speaking/), misalnya di lapangan
·         Penggunaan media massa elektronik, seperti radio atau TV. Penyampaian melalui radio atau televise ini dirancang dengaan pesan melalui berbagai bentuk, misalnya sandiwara, dialog interaktif, simulasi, dan lain-lain.
·         Penggunaan media cetak, sepeti Koran, majalah, buku, leaflet, dan sebgainya. Bentuk sajian dalam media cetak ini juga bermacam-macam, antar lain: artikel, Tanya jawab, komik, dan sebagainya.
·         Penggunaan media luar ruang, misalnya: biiboard, spanduk, umbul-umbul dan sebagainya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar