adf.ly

Rabu, 09 Maret 2011

Gangguan Alam Perasaan

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Alam perasaan adalah keadaan emosional yang berkepanjangan dan mempengaruhi seluruh kehidupan dan fungsi kehidupan seseorang.
Alam perasaan merujuk pada perpanjangan keadaan emosional yang mempengaruhi seluruh kepribadian dan fungsi kehidupan seseorang. Alam perasaan ini meliputi perlakuan dan penyerapan emosi seseorang dan mempunyai arti yang sama dengan efek. Keadaan perasaan dan emosi sama halnya dengan aspek lain. Dari kepribadian, emosi atau alam perasaan memberikan suatu peran adaptif terhadap individu. Alam perasaan merupakan keadaan emosional yang berkepanjangan dan mempengaruhi seluruh kehidupan dan fungsi kehidupan seseorang.
Gangguan alam perasaan adalah gangguan aspek atau suasana hati dengan manifestasi gejala mania atau depresi.
1.      Gangguan mania
Adalah gangguan alam perasaan yang ditandai dengan adanya perasaan yang meningkat atau keadaan emosional yang mudah tersinggung dan terangsang. Dapat diiringi perilaku berupa peningkatan aktivitas flight of idea, euphoria, penyimpangan sex.

2.      Depresi
Gangguan alam perasaan yang ditandai dengan perasaan sedih dan berduka yang berlebihan dan berkepanjangan.

B.     Rumusan Masalah
Adapun masalah yang kami kemukakan adalah :
1.      Konsep teori gangguan alam perasaan
2.      Asuhan keperawatan gangguan alam perasaan

C.    Tujuan dan Manfaat
Adapun tujuan dan manfaat pembuatan makalah adalah untuk melatih dan menambah pengetahuan tentang gangguan alam perasaan. Di sini diharapkan agar mahasiswa-mahasiswi dapat membuat asuhan keperawatan gangguan alam perasaan. Di samping itu juga sebagai syarat dari tugas mata kuliah keperawatan jiwa.

D.    Metode Penulisan
Dalam penulisan makalah ini digunakan metode penulisan yang berdasarkan literatur atau metode pustaka.



BAB II
KONSEP DASAR TEORI

Gangguan Alam Perasaan
Gangguan afek (suasana hati) dengan manifestasi gejala-gejala mania dan atau depresi. Klien dengan gangguan alam perasaan biasanya akan didapat suatu keadaan sedih, ketakutan, putus asa, gembira berlebihan dan khawatir.
Keadaan emosional yang berkepanjangan dan mempengaruhi seluruh kehidupan dan fungsi kehidupan seseorang.

Mania
Ø  Gangguan alam perasaan yang ditandai dengan adanya alam perasaan yang meningkat atau keadaan emosional yang mudah tersinggung dan terangsang.
Ø  Dapat diiringi perilaku berupa peningkatan aktivitas flight of idea, euphoria, penyimpangan sex.
Perilaku yang berhubungan dengan mania :
a.       Afektif
Gambaran berlebihan, peningkatan harga diri, tidak tahan kritik
b.      Kognitif
Ambisi mudah terpengaruh, mudah beralih perhatian, waham kebosanan, flight of idea.

c.       Fisik
Gangguan tidur, nutrisi tidak adekuat, peningkatan aktivitas, dehidrasi.
d.      Tingkah laku
Agresif, aktivitas motorik meningkat, kurang perawatan, seks berlebihan dan bicara bertele-tele.

Depresi
Gangguan alam perasaan yang ditandai dengan perasaan sedih dan berduka yang berlebihan dan berkepanjangan. Perilaku yang berhubungan dengan depresi :
a.       Afektif
Sedih, cemas, apatis, perasaan ditolak/bersalah, merasa tidak berdaya, putus asa, merasa sendirian dan tidak berharga.
b.      Kognitif
Bingung, ragu, sulit berkonsentrasi, hilang perhatian dan motivasi, menyalahkan diri sendiri, pikiran merusak diri.
c.       Fisik
Sakit perut, anoreksia, mual dan muntah, gangguan pencernaan, pusing.
d.      Tingkah laku
Gangguan tingkat aktivitas, menarik diri, isolasi sosial, irritable (mudah marah).
 
1.      Respon emosional
Termasuk dipengaruhi oleh dan berperan aktif dalam dunia internal dan eksternal seseorang
2.      Reaksi berduka tak terkomplikasi
Terjadi sebagai respon terhadap kehilangan dan tersirat bahwa seseorang sedang menghadapi suatu kehilangan yang nyata serta terbenam dalam proses berdukanya.
3.      Supresi emosi
Mungkin tampak sebagai penyangkalan terhadap perasaan sendiri, pelepasan dari keterikatan dengan emosi, atau penularan terhadap semua aspek dari dunia afektif seseorang.
4.      Penundaan reaksi berduka
Adalah ketidakadaan yang persisten respons emosional terhadap kehilangan.
5.      Mania/depresi
Respon emosional yang berat, pengaruhnya terhadap fisik individu dan fungsi sosial.

1.      Faktor Predisposisi
a.       Faktor genetik
Dianggap mempengaruhi transmisi gangguan afektif melalui riwayat keluarga atau keturunan
b.      Teori agresi menyerang ke dalam
Menunjukkan bahwa depresi terjadi karena perasaan marah yang ditunjukkan kepada diri sendiri.
c.       Teori kehilangan objek
Merujuk kepada perpisahan traumatis individu dengan benda atau yang sangat berarti.
d.      Teori organisasi kepribadian, mengusulkan bagaimana konsep diri yang negatif dan harga diri rendah mempengaruhi dalam keyakinan dan penilaian seseorang terhadap stressor.
e.       Model kognitif
Menyatakan bahwa depresi merupakan masalah kognitif yang didominasi oleh evaluasi negatif seseorang terhadap diri seseorang, dunia seseorang dan masa depan seseorang.
f.       Model ketidakberdayaan yang dipelajari
Menunjukkan bahwa bukan semata-mata trauma menyebabkan depresi tetapi keyakinan bahwa seseorang tidak mempunyai kendali terhadap hasil yang penting dalam kehidupannya.

g.      Model perilaku
Berkembang dari kerangka teori belajar sosial, yang mengasumsi penyebab depresi terletak pada kurangnya keinginan positif dalam berinteraksi dengan lingkungan.
h.      Model biologik
Menguraikan perubahan kimia dalam tubuh yang terjadi selama masa depresi, termasuk defisiensi katekolamin, disfungsi endokrin, hipersekresi dan variasi periodik dalam irama biologis.
2.      Faktor Presipitasi
a.       Kehilangan keterikatan yang nyata yang dibayangkan, termasuk kehilangan cinta seseorang, kedudukan atau harga diri.
b.      Peristiwa besar dalam kehidupan, sering dilaporkan sebagai pendahuluan episode depresi dan mempunyai dampak terhadap masalah-masalah yang dihadapi sekarang dan kemampuan menyelesaikan masalah.
c.       Peran dan ketegangan peran telah dilaporkan mempengaruhi perkembangan depresi, terutama pada wanita.
d.      Perubahan fisiologik
Yang disebabkan oleh obat-obatan berbagai penyakit fisik.
 
BAB III
ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN
GANGGUAN ALAM PERASAAN

Pengkajian
1.      Identitas
Ø  Nama perawat, nama klien, tujuan, waktu, tempat
Ø  Usia dan no. rekam medik
Ø  Sumber daya yang diambil

2.      Alasan Masuk
  • Apa penyebab klien masuk RS saat ini.
  • Tindakan yang dilakukan keluarga untuk mengatasi masalah ini.
  • Bagaimana hasilnya ?

3.      Faktor Predisposisi
  • Apakah klien pernah menderita gangguan jiwa di masa lalu ?
  • Bagaimana hasil pengobatan sebelumnya ?
  • Apakah klien pernah melakukan/menyaksikan penganiayaan fisik, seksual, penolakan dari lingkungan dalam keluarga dan tindakan kriminal ?
  • Apakah ada anggota keluarga yang lalu mengalami gangguan jiwa ?
  • Apakah ada pengalaman yang tidak menyenangkan ?
4.      TTV
  • TTV  : tekanan darah, nadi, suhu, pernapasan klien
  • TB dan BB
  • Keluhan pada sistem dan fungsi organ

5.      Keadaan psikososial
a.       Genogram : minimal 3 generasi masalah yang terkait
b.      Pengkajian
Konsep diri meliputi :
  • Citra tubuh : apersepsi klien terhadap tubuhnya ?
  • Identitas diri : status dan posisi sebelum dirawat ?
  • Peran : Kemampuan klien melakukan tugas ?
  • Ideal diri : harapan terhadap tubuh, posisi, status, tugas ?
  • Harga diri  : hubungan dengan orang lain/
  1. Hubungan sosial
  • Siapa yang terdekat dengan klien, tempat mengadu, tempat bicara/curhat.
  • Sejauh mana hubungan klien dan masyarakat.
  1. Spiritual
  • Nilai dan kegiatan
  • Kegiatan ibadah


6.      Status mental
a.       Penampilan
  • Rapi/tidak
  • Penggunaan pakaian sesuai/tidak
  • Cara berpakaian.
  1. Pembicaraan
  • Cepat, keras, gagap, apatis, membisu, dll
  • Kalimat berpindah-pindah
  1. Aktivitas motorik
  • Lesu, tegang, gelisah
  • TIK/gerakan tidak terkontrol
  • Tremor
  • Kompulsif (kegiatan yang berulang-ulang)
  1. Alam perasaan
  • Sedih, putus asa, gembira berlebihan
  • Ketakutan
  • Khawatir
  1. Afek
  • Datar tidak ada perubahan
  • Tumpul (hanya bereaksi bila ada stimulus)
  • Labil (emosi berubah dengan cepat)
  • Tidak sesuai
  • Kontak mata kurang, curiga
  1. Persepsi
  • Halusinasi sudah jelas
  • Isi halusinasi
  • Frekuensi halusinasi
  1. Proses pikir
  • Sirkumtonsial (berbelit-belit tapi sampai tujuan)
  • Tangensial (berbelit-belit tidak sampai tujuan)
  • Kehilangan asosiasi
  • Flight of idea (pembicaraan yang meloncat-loncat)
  • Blocking (berhenti tiba-tiba)
  • Perseverasi (pengulangan)
  1. Isi pikir
  • Obsesi (pikiran yang sering muncul)
  • Fobia (ketakutan)
  • Hipokondria (keyakinan adanya gangguan)
  • Depersonalisasi (perasaan asing pada diri sendiri)
  • Pikiran magis (keyakinan akan kemampuan hal-hal yang mustahil)
  • Waham
  • Sedasi
  • Stupor
  • Orientasi waktu, tempat
  1. Memori
  • Gangguan daya ingat
  • Konfubulasi (pembicaraan tidak sesuai dengan kenyataan)
  1. Tingkat konsentrasi dan berhitung
  • Mudah dialihkan
  • Tidak mampu berkonsentrasi lagi
  1. Kemampuan penilaian
  • Penilaian ringan (dapat mengambil keputusan)
  • Penilaian bermakna (tidak mampu mengambil keputusan)

7.      Kebutuhan persiapan pulang
a.       Makan
Frekuensi, jumlah, variasi, macam
b.      BAK dan BAB
c.       Mandi
Frekuensi, cara mandi, dll.
d.      Berpakaian
e.       Istirahat
f.       Penggunaan obat dan pemeliharaan kesehatan
g.      Aktivitas di luar rumah
h.      Aktivitas di dalam rumah
8.      Mekanisme koping
9.      masalah psikososial dan lingkungan
10.  pengetahuan

Daftar Masalah Keperawatan
1.      Gangguan harga diri : harga diri rendah
2.      Kerusakan interaksi sosial
3.      Perubahan proses berpikir
4.      Ketidakberdayaan
5.      Perubahan nutrisi kurang dari ketubuhan tubuh
6.      Gangguan pola tidur
7.      Defisit perawatan diri
8.      Risiko tinggi cidera
9.      Koping individu tidak efektif
10.  Gangguan komunikasi verbal



BAB IV
ASUHAN KEPERAWATAN KASUS

A.    Pengkajian
1.      Identitas Klien
Nama                         : Ny Z                                       Tgl. Masuk :
Umur                         :  40 Tahun                                Tgl. Pengkajian :
Alamat                       :  Jl. Hibrida Ujung No. 7
Agama                       :  Islam
Status                         :  Janda
Pendidikan                :  SMA
Jenis Kelamin            :  Perempuan

2.      Alasan Masuk
Klien dibawa ke RS oleh saudaranya karena klien sering menyendiri, sering memukul dirinya sendiri, tidak mau berinteraksi dengan masyarakat dan kadang-kadang menangis tanpa sebab.

3.      Riwayat Kesehatan
Klien tidak pernah mengalami gangguan jiwa di masa lalu. Beberapa tahun yang lalu suami klien meninggal sehingga semua beban keluarga ditanggung oleh klien dan klien merasa sedih, 2 bulan yang lalu anak satu-satunya yang selalu menemani klien juga meninggal karena kecelakaan, sehingga klien merasa tidak berguna dan merasa tidak ada lagi yang menemaninya.

4.      Fisik
a.       Tanda-tanda vital = TD : 110/80 mmHg, N : 88 x / menit, S : 36,6oC, P : 20 x / menit.
b.      Ukur = TB : 147 cm, BB : 43 kg
c.       Tidak ada keluhan fisik
Penjelasan : dari hasil pemeriksaan tidak menunjukkan adanya keluhan gangguan fisik klien.
Masalah keperawatan : tidak ada.

5.      Psikososial
a.       Genogram : 
 
Klien dibesarkan oleh ayah dan ibu klien dengan penuh kasih sayang. Klien berumur 40 tahun, suami klien telah meninggal beberapa tahun yang lalu dan anak satu-satunya juga meninggal 2 bulan yang lalu dikarenakan kecelakaan lalu lintas. Klien tinggal sendirian setelah suami dan anak klien meninggal.
MK : koping individu tidak efektif.
a.       Konsep Diri
Gambaran klien : klien mengatakan merasa tubuhnya kecil, kulitnya kasar, tidak halus seperti suster. Identitas : klien mengatakan sudah tidak sekolah dan tidak kerja apa-apa, saya lulus SMA dan punya ijazah. Peran : klien mengatakan saya tidak bekerja. Ideal diri : bila saya pulang saya mau buat sulaman strimin di rumah saya bikin terus. Harga diri : sejak klien sakit, merasa dirinya dijauhi keluarga dan teman-temannya.
Masalah keperawatan : gangguan konsep diri : harga diri rendah kronis.
b.      Hubungan Sosial
Orang yang berarti : ibunya
c.       Spiritual
1)      Nilai dan keyakinan
Klien beragama islam dan percaya bahwa Tuhan ada.
2)      Kegiatan ibadah
Klien mengatakan selama di rumah sakit tidak pernah beribadah.
Masalah keperawatan : ada permasalahan dalam pemenuhan kebutuhan spiritual, tidak dapat konsentrasi dalam setiap ibadah shalat.
1.      Status Mental
a.       Penampilan
Penampilan klien sehari-hari rapi, mandi pagi sore, rambut disisir, berpakaian sesuai, gigi bersih, kuku pendek.
Masalah keperawatan : tidak ada masalah.
b.      Pembicaraan
Klien bicara jelas sesuai topik pembicaraan tetapi agak lambat, sulit memulai pembicaraan, menjawab pertanyaan dengan singkat.
Masalah keperawatan : tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kerusakan komunikasi verbal.
c.       Aktivitas motorik
Klien tampak lesu, gelisah dan sering duduk menyendiri.
Masalah keperawatan : isolasi sosial dan menarik diri.
d.      Alam perasaan
Pandangan kosong, berdiam diri, sedih serta putus asa.
e.       Afek
Ekspresi wajah datar, klien kadang lemah
Masalah keperawatan : isolasi sosial : menarik diri.
f.       Interaksi selama wawancara
Saat interaksi klien sering menunduk kepala dan menjawab pertanyaan dengan singkat
masalah keperawatan : isolasi sosial : menarik diri.

A.    Analisa Data
No
Data
Masalah
1
DS :
  • Klien mengatakan putus asa dan tidak berdaya, tidak berharga, tidak ada harapan setelah ditinggal suami dan anak satu-satunya.
DO :
§  Klien tampak sedih
§  Klien tampak menangis

Gangguan alam perasaan : koping individu maladaptive
2
DS :
  • Klien mengatakan ingin memukul diri sendiri jiwa ingat suami dan anak-anaknya
  • Klien mengatakan bila ingat suami dan anaknya lebih banyak sendiri dan marah-marah
DO :
  • Klien tampak gelisah
  • Klien tampak memukul diri sendiri
  • Klien tampak tidak bisa mengontrol impuls
Risiko menciderai diri sendiri : depresi
B.     Diagnosa Keperawatan
  1. Gangguan alam perasaan : depresi berhubungan dengan koping maladaptive
  2. Risiko tinggi menciderai diri : berhubungan dengan depresi.

C.    Intervensi
No
Dx Keperawatan
Tujuan
Kriteria Hasil
Intervensi
Rasional
1
Gangguan alam perasaan : depresi berhubungan dengan koping individu maladaptif
TUM :
Klien tidak terjadi gangguan alam perasaan  : depresi

TUK (1) :
Dapat membina hubungan saling percaya

















TUK (2) :
Klien dapat menggunakan koping adaptif.







Klien menunjukkan tanda-tanda percaya kepada perawat















Klien mampu menggunakan koping adaptif yang baik.








1.1.     Bina hubungan saling percaya
a.       Sapa klien dengan ramah, ucapkan dengan sopan, ciptakan suasana tenang dan santai.
b.      Terima klien apa adanya
c.       Pertahankan kontak mata saat berhubungan
d.     Tunjukkan sikap empati dan penuh perhatian pada klien
e.       Jujur dan menepati janji
f.        Perhatikan kebutuhan klien

1.2.     Tanyakan kepada klien tentang perasaan saat ini
a.    Beri dorongan untuk mengungkapkan perasaannya dan mengatakan bahwa perawat memahami apa yang dirasakan
b.   Tanyakan kepada pasien cara yang bisa dilakukan mengatasi perasaan sedih/ menyakitkan
c.    Diskusikan dengan pasien manfaat dari koping yang biasa digunakan
d.  Bersama klien mencari berbagai alternatif koping
e.    Beri dorongan kepada pasien untuk memilih koping yang paling tepat dan dapat diterima
f.     Beri dorongan kepada pasien untuk mencoba koping yang telah dipilih
g.   Anjurkan pasien untuk mencoba alternatif lain dalam menyelesaikan masalah








Hubungan saling percaya sebagai dasar interaksi yang terapeutik















Memberikan hal-hal yang adaptif yang dapat digunakan oleh klien bila ada masalah

2
Risiko menciderai diri berhubungan dengan depresi
TUM :
Klien tidak menciderai diri sendiri

TUK :
Klien terlindung dari perilaku menciderai diri















Klien dapat menggunakan obat dengan benar dan tepat
Klien menunjukkan tidak ada tanda-tanda untuk menciderai diri dengan tanda : tenang

















Klien minum obat secara benar dan tepat
  • Pantau dengan seksama risiko bunuh diri/melukai diri







§ Jauhkan dan simpan alat-alat yang digunakan oleh pasien untuk menciderai dirinya di tempat yang aman dan terkunci
§ Jauhkan alat-alat yang membahayakan pasien
§ Awasi dan tempatkan pasien di ruang yang mudah dipantau oleh petugas



§ Diskusikan tentang obat (nama, dosis, frekuensi, efek samping minum obat)
§ Bantu menggunakan obat dengan prinsip 5 benar (benar pasien, obat, dosis, cara dan waktu)
§ Anjurkan membicarakan efek samping yang dihasilkan
§ Beri reinforcement (+) bila menggunakan obat dengan benar




Memantau secara seksama dapat mengetahui lebih dini tanda-tanda ingin menciderai diri


Dapat menghindari keinginan pasien untuk melukai diri.


Mempermudah perawat mengawasi pasien



Minum obat secara benar dapat membantu penyembuhan pasien





BAB V
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Setelah dilakukan pengkajian pada klien didapatkan masalah pada klien Ny. Z sebagai berikut : risiko menciderai diri, gangguan alam perasaan : depresi, isolasi sosial, depresi, harga diri rendah dan koping maladaptif.

B.     Saran
1.      Pada perawat diharapkan dapat :
a.       Memenuhi kebutuhan dasar klien
b.      Meningkatkan kemampuan komunikasi terapeutik terhadap klien sehingga asuhan keperawatan dapat terlaksana secara optimal.
2.      Pada klien dianjurkan untuk dapat :
a.       Minum obat secara teratur
b.      Dapat menggunakan koping adaptif bila ada masalah.



DAFTAR PUSTAKA


Keliat B.A. (1999). Kumpulan Proses Keperawatan Masalah Keperawatan Jiwa. Jakarta : FIK-UI.

Keliat, B.A. (2005). Proses Keperawatan Jiwa. Jakarta : EGC.

Marilynn E. Doenges. (2006). Rencana Asuhan Keperawatan Psikiatri. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran : EGC.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar